Chocolate on You

Chocolate on You

PhotoGrid_1487434272665.jpg

by : Hanazuki

Chara : Iwahashi Genki, Jinguji Yuta (Mr. Prince)

Genre : Romance, drama

Yattaaa~~~~ Nulis lagi. tapi rasanya tulisan kali ini rada gaje, soalnya pengen nulis tapi juga nggak pengen nulis. Spesial buat mak Dindo yang ribut JinguIwa mlulu *maaf mak tak sesuai ekspektasimu huhu*

Selamat menikmati~ ditunggu caciannya ~~

***

Iwahashi Genki membuka lemari pakaiannya, memilah satu persatu pakaian yang akan digunakannya hari ini. Sehari bersama Jinguji Yuta, buka sesuatu yang baru memang, tapi selalu terasa menyenangkan bagi pria berparas cantik itu.

Genki mengacak-acak rambutnya sendiri. Seharusnya terasa mudah untuk memilih baju karna Jinguji sudah dipastikan tau semua isi lemari pakaiannya. Tapi hari ini berbeda.

Selepas upacara kelulusan universitas, Jinguji mengajaknya ke Fuji-Q Highland, tempat yang selama ini sangat ingin ia datangi.

“Oiii lama amat sih milih baju, kayak cewek aja!”Jinguji Yuta tiba-tiba masuk ke kamar Genki tanpa permisi.

“Jin kun!!! berapa kali kubilang masuk kamarku ketok dulu!!! keluarrr…” Genki yang masih menggunakan kaos dan celana pendeknya mendorong Jinguji keluar kamar, tapi Nihil. Jinguji malah makin meledek dengan duduk seenaknya di kasurnya.

“Buruaan… atau aku tidur niiih … “

“Iyeee. gimana aku mau ganti baju kalau kamu disini.”

“Memang kenapa?”

“Aku malu tauuu. Lagian mana mungkin aku ganti baju di depanmu”

“Dih.. gausah sok polos lagi. Buruaan ah ganti. apa mau ku gantiin?” Jinguji sontak menarik dan mendekap tubuh Genki yang kurus.

“Jiiin…. kalau kau peluk kapan aku ganti bajunyaa?”. Mendengar kalimat Genki, Jinguji melepas pelukannya sambil tersenyum menatap lelaki temannya sejak kecil itu berganti pakaian.

Setelan kaos biru muda dengan kerah V, diimbangi dengan jaket warna putih, celana jeans biru tua, lengkap dengan sepatu sneakers warna merah dipakai Genki. Sedikit bisa untuk mengimbangi kaos putih bermotif tulisan dan jaket jeans biru muda yang matching dengan celana biru muda dan sepatu kets hitam yang dipakai Jinguji.

Turun dari kereta. keduanya berjalan beriringan sambil saling berbincang. sesekali tangan keduanya bersentuhan. ya hanya sampai di saling bersentuhan.

Genki sedikit berlari meninggalkan Jinguji yang tersenyum melihat kelakuan temannya yang kekanakan.

“Waaaa Tentekomai, Eejanaika, Tekkotsubanchou, Red Tower, Wave Swinger… aaaa mau naik itu Semua Jiiin!! Ayoo cepat…” Genki yang terlalu histris menarik Jinguji yang berjalan pelan dibelakangnya.

“Iyaaa Genki.. pelan pelan hahaha.”, Jinguji mengikuti langkah Genki. “Jadi mau naik apa pertama?”.

Belum juga dijawab, Genki sudah menariknya kedepan wahana Tentekomai.

“Pemanasannya naik ini yaa ya yaaa…”. Jinguji menelan air liurnya sambil tersenyum. bukan wahana paling menyeramkan, tapi demi Genki ia rela tentu saja.

3 menit di atas wahana dilewati begiu saja. Genki tersenyum bahagia dan mengajak ke wahana lain yang lebih menyeramkan tentu saja.

“Jinguji Yuta?” sapa seorang perempuan dengan postur tinggi dan rambut sebahu dibiarkan terurai, menyapa Jinguji di kerumunan antrean wahana Tekkotsubanchou. Genki melihat sinis. Sepertinya ia tidak kenal gadis itu karna ia tak bisa menemukan serpihan ingatan tentangnya.

Jinguji Yuta tersenyum, “Inaba Kaede-san?”. Dibalas dengan anggukan penuh senyum dari si gadis. “Aaaa… hisashiburiii…. kau terlihat makin cantik sekarang”. Jinguji tak bisa menyembunyikan keramahannya bertemu teman lamanya di SMP dulu.

Menurut gosip yang sempat beredar saat Jinguji dan Genki satu SMA, Jinguji digosipkan punya pacar cantik di sekolah wanita Inouka. Genki cukup yakin gadis itu kini ada di hadapannya.

Kaede dan Jinguji asik mengobrol sambil tertawa, membiarkan Genki sendirian, yaah meski sebelumnya sudah dikenalkan siapa Genki itu.

Antrean di depan wahana Tekkotsubanchou tak begitu banyak sebenarnya, tapi kebersamaan Jinguji dan Kaede di hadapan Genki membuatnya gerah. Bukankah seharusnya hari ini harinya bersama Jinguji? mengapa justru ia harus menyaksikan Jinguji berduaan bersama mantan pacarnya?

Wahana ini sebenarnya adalah salah satu yang paling ditunggu Genki untuk bisa duduk bersebelahan dengan Jinguji, namun takdir berkata lain. Ia justru harus bersebelahan dengan om om dengan wajah mesum, sementara Jinguji bersebelahan dengan Kaede. Lagi-Lagi wanita itu merebut waktunya bersama Jinguji.

Keduanya turun sambil tertawa tanpa henti.

Ketiganya masih melanjutkan naik wahana ekstrem lain dan Genki selalu tersisih bak orang ketiga yang mengantar temannya pergi pacaran.

“Genki, kenapa kau diam aja? bukannya kamu yang pengen naik wahana itu?”Jinguji coba menghibur Genki, mencubit pipinya yang tak terlalu tembem.

“Berisik…”Genki cepat menjauhkan tangan Jinguji dari pipinya, berjalan menjauh sedikit lebih cepat.

“Genki…. ” Jinguji mengejar, Kaede masih mengikutinya dibelakang. Kaede terengah, tubuhnya mungkin memang kecil, tapi nafasnya juga ternyata pendek.

“Jin…”Kaede menggelengkan kepalanya, kode untuk meninggalkan Genki sendiri. “Mungkin dia butuh waktu sendiri..”

Jinguji menoleh ke arah Genki yang sudah hilang dari tatapannya. Kaede mendekap lengan Jinguji, erat.

.

Genki masih berjalan sendiri, ia sadar kalau Jinguji tak lagi ada dibelakangnya. Kesal. Genki melanjutkan langkah kakinya ke gerai makanan terdekat. Rencananya menghabiskan hari naik wahana ekstreem menjadi terasa membosankan dengan hanya berjalan sendiri. tak ada tanda kehadiran dari Jinguji sama sekali.

“Aaaah baka..baka … bakaa…”, Genki menampar kedua pipinya sendirian. Menghilangkan pikiran buruknya pada Jinguji yang mungkin sedang terlampau bahagia dengan Kaede.

“Genki…?”. Seorang menepuknya dari belakang saat Genki asik melamun ke luar cafe tempatnya duduk.

“Miyachikaaa!!!”. Miyachika Kaito, teman semasa SMA Genki dan Jinguji. Ketiganya sangat akrab saat SMA, kemanapun selalau bersama. Kuliahlah yang memisahkan mereka, bahkan tanpa kontak sama sekali setelahnya.

“Boleh aku gabung? kau sendirian saja? kemana Jin?”Miyachika yang membawa nampan makanannya langsung saja duduk dihadapan Genki meski belum dipersilahkan

“Jin hilang.. entah…..”, sambil menyendokkan chocolate lava cake.

“eeeeh? kau sudah mengumumkan lewat pengumuman? bagaimana bisa dia hilang begitu? emang dia masih bayi? hahaha”

“Miyaa!”

.

Jinguji masih bersama Kaede, menikmati wahana yang seharusnya ia nikmati bersama Genki. Genki tak menghubunginya sama sekali, ia pun juga tak bisa menghubungi hp Genki.

“Jinguji ayo… “, Kaede menarik tangan Jinguji. keduanya sudah berada dibarisan depan untuk naik wahana Tea Cups, wahana yang tidak menguji jantung.

Jinguji mulai bisa tertawa lagi. Putaran cangkir raksasa dan gadis cantik dihadapannya membuatnya larut menikmati waktunya.

“Genki, bukankah itu Jin?”, Miyachika menghentikan langkahnya, menunjuk ke arah Jinguji dan Kaede bersama.

Genki terdiam. ternyata memang benar, Jinguji bersenang-senang tanpa dirinya. Mungkin kini sebaiknya dia pulang saja.

“Oiiii….”, Miyachika mengacak rambut Genki. “Jangan ngalamun dong. Kan aku ada di sini”. Genki masih diam, menyeruput es coklat yang sengaja dibawanya.

“Genki….”. Jinguji melepas tangan Kaede. Pandangan Genki sontak berubah menjadi tatapan pembunuh berdarah dingin. hatinya kesal. Bagaimana tidak, kencannya menjadi berantakan seperti ini.

“Ah Jinguji… hisashiburi..”Miyachika melepas tangannya dari kepala Genki, tersenyum dengan senyumannya yang dari dulu memang manis. “Jadi, kalau Genki sudah menemukan Jinguji yang hilang berarti aku harus pergi…”

“Jangan pergi dulu!”Genki menarik tangan Miyachika. Drama singkat terjadi di depan lalu lalang banyak orang.

“Ah gomenn mengganggu reuni kalian. Jinguji ayoo katanya mau naik ituu..”Kaede menunjuk wahana Merry Go Round yang antreannya mulai berkurang. Menarik paksa Jinguji.

“Kita ke sana juga ..” Genki ikut menarik Miyachika dan mengikuti keduanya.

Dalam wahana Kaede dan Jinguji masih saja saling tertawa lepas dan genki masih dengan tatapan membunuhnya, membiarkan Miyachika sendiri dan bingung.

“Kalau kau kesal kenapa tak katakan saja dan rebut Jinguji lagi?”, celetuk Miyachika

“Tapi…”

“Kenapa harus ada tapi? tunjukkan kalau kamu pria, jangan mau kalah sama gadis itu”, dengan senyum ajaibnya Miyachika mencoba memberi semangat Genki, tapi tak dihiraukan.

MIyachika reflek merangkul pundak Genki saat turun wahana. berkali-kali coba dielakkan Genki namun Miyachika kekeh.

Kesal dengan keadaan yang makin tak jelas, Jinguji menarik Genki agar lepas dari Miyachika.

“Gomenn Kaede, Kei, tapi aku harus pergi dulu… byee..” Dengan sedikit berlari Jinguji menarik Genki menjauh dari mereka berdua, menerobos barisan wahana Shining Flower.

Dengan waktu putaran 11 menit, wahana ini memang paling asik dinikmati sore hari seperti saat ini.

“Gomen…”Jinguji membuka percakapan. Ia tahu betul kalau dalam keadaan seperti ini Genki akan lebih banyak mendiamkannya.

Genki masih menghadap ke luar jendela. Jinguji berpindah duduk ke sebelahnya.

“Ayolaah.. mau sampai kapan kamu ngambek begitu.”, Jinguji menarik pundak Genki, membuatnya terpaksa menatap Jinguji. “Aku bisa jelaskan semua ini”

Genki menarik nafasnya dalam, “terimakasih… kau benar-benar menghancurkan hariku ini”

Gondola belum terlalu tinggi, Jinguji mencium Genki dengan paksa.

“Kau salah soal Kaede”, tangannya masih ada di pundak Genki, satu-satunya cara agar Genki tak memalingkan wajah lagi.

“Salah apa lagi? Jelas jelas kalian terlihat begitu bahagia. Kau bahkan tak mencoba mencariku tapi justru bersenang-senang dengannya”

Jinguji kembali mencium bibir lembut Genki. Meski Genki mengelak tapi ia tak bisa lepas dari hangatnya bibir Jinguji. Tangan Jinguji membelai lembut belakang kepala Genki. Bibir keduanya beradu seirama dengan penuh kelembutan.

Jinguji tampak mengambil sesuatu dari dalam tasnya. “Ini. Ini yang kemarin kau minta. Aku berencana memberikanmu dengan lebih menarik, tapi karna kau ngambek yaa.. dan juga maaf bentuk coklatnya jadi rusak.”

“Haaa… coklat Hoku Tea Time yang hanya muncul 1 tahun sekali!!”. Tanpa pikir panjang Genki langsung membuka bungkusnya dan memakannya.

“Jadi, udah ga ngambek nih? gitu doang?”

“Masih lah! emang aku murah apa dibayar coklat langsung luluh?”, Genki masih sibuk memakan coklatnya.

Jinguji tiba-tiba menyerang. Memaksakan bibirnya kembali beradu dengan bibir Genki yang penuh coklat.Jinguji pelan mengulum mulut Genki, mengoper dan memainkan coklat yang ada di mulut Genki. Genki pasrah, mengikuti alur gerakan indah nan manis yang diciptakan Jinguji.

Ciuman gentle nan lembut, belaian halus, lidah yang beradu memainkan coklat yang tersisa di mulut. Rasa coklat yang menyebar kemulut keduanya. Gondola yang berada dipuncak dengan pantulan sinar jinga matahari sore.

.

Jinguji dan Genki turun dari gondola. 11 menit yang begitu singkat dengan perkelahian dan ciuman berbekas rasa manis dimulut. Tak nampak lagi tanda-tanda kehadiran Kaede maupun Miyachika.

“Jadi, mau pulang sekarang? sudah hampir gelap looh…”, Genki tersenyum mendengar ajakan Jinguji.

Berjalan bersama, tangan keduanya saling bersentuhan. Gemas, Jinguji menarik dan menggandeng tangan Genki, memasukkan jemarinya diantara Jemari Genki.

“Kau nggak malu?”, Genki menatap Jinguji. Jinguji menggeleng membuat sepucuk senyuman melebar di raut muka Genki.

“Ah Genki, Jinguji…”, Kaede dari jauh melambaikan tangannya. Genki sudah siap memanyunkan bibirnya saat ditahan dengan jemari Jinguji.

“Jin, terimakasih menemaniku hari ini. ah kalian berdua kenalkan ini pacarku, Yuma”

“Nakayama Yuma desu. Salam kenal. Terimasih sudah mau menemani Kaede seharian ini. Maaf aku ada kerjaan mendadak dan meninggalkan Kaede”. Nakayama Yuma, pacar Kaede membungkukkan badannya, merasa tak enak karena ia tau pasti sangat merepotkan bagi keduanya menemani Kaede.

Ketiganya saling mengenalkan diri. Jinguji terkekek melihat Genki yang nampak bingung.

triiing

Terimakasih untuk hari ini. Selamat berbaikan dengan Yuta kun! Salam untuk Yuta yaa Genki…

Sebuah pesan singkat dari Miyachika masuk. Genki tersenyum sambil menggaruk kepalanya.

“Baiklah, kami duluan yaa…”Jinguji berpamitan,

“Tunggu, Iwahashi kun”, Kaede menghentikan langkah Genki. “Gomenne~~ selamat bersenang senang kalian berdua. emmm Jaga Yuta kun baik baik yaa atau akan kurebut kembali dia hiihi”

***

TAMAT~~

Maaf gajelas gini X”D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s